Hubungan Interaksi Sosial

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

 

  • Hubungan Antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial

Keteraturan social merupakan hubungan yang selaras dan serasi antara interaksi sosial, nilai sosial, dan norma sosial. Artinya hak dan kewajiban direalisasikan dengan nilai dan norma atau tata aturan yang berlaku.

  • Menurut proses terbentuknya, keteraturan sosial terjadi melalui tahap-tahap berikut:
  • Tertib sosial (social order) yaitu kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur di mana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya.
  • Order yaitu system norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Order dapat dicapai apabila ada tertib sosial di mana setiap individu melaksanakan hak dan kewajibannya.
  • Keajegan yaitu suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil dari hubungan antara tindakan, nilai, dan norma sosial yang berlangsung secara terus-menerus.
  • Pola yaitu corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok.

  • Bagan

Tertib Sosial

Keajegan

Keteraturan Sosial

Pola

Order

  • Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
  • Interaksi Sosial yang Bersifat Asosiatif

 

  • Kerja sama (cooperation)

Suatu usaha bersama antarindividu atau kelomok untuk mencapai tujuan bersama.

Timbul karena orientasi individu terhadap terhadap kelompoknya (in group)dan orientasi individu terhadap kelompok lainnya (out group).

Menurut Charles H. Cooley, kerja sama timbul apabila seseorang menyadari dirinya mempunyai kepentingan yang sama dengan orang lain.

Proses sosial yang erat kaitannya dengan kerja sama adalah consensus.

Consensus hanya mungkin terjadi bila dua pihak atau lebih yang ingin memelihara suatu hubungan dan masing-masing memandang hubungan tersebut sebagai kepentingan sendiri.

Keputusan untuk mengadakan consensus timbul apabila anggota kelompok memiliki perbedaan pendapat. Dalam consensus, pertentangan kepentingan terlihat nyata, tetapi tidak sebesar dalam konflik.

  • Berdasarkan pelaksanannya, kerja sama memiliki lima bentuk:
    • Kerukunan atau gotong royong

Contoh :

-       gotong royong yang dilakukan di suatu desa untuk membangun rumah salah satu warga.

-       Gotongroyong menolong korban bencana, musyawarah dalam memilih kepanitiaan suatu acara di lingkungan RT.

  • Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

 

Contoh :

-       Bargaining antara pemerintah Indonesia dengan Thailand, yaitu Indonesia menukarkan minyak bumi dengan beras dari Thailand.

-       Contohnya kegiatan tawar menawar antara penjual dan pembeli dalam kegiatan perdagangan.

 

  • Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik organisasi sebagai satu-satunya cara untuk menghindari konflik yang bias mengguncang organisasi.

Contoh :

-       Pemerintah sekarang membuat UU anti korupsi dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menghindari keguncangan akibat korupsi.

-       pemerintah akhirnya menyetujui penerapan hukum Islam di Nanggroe Aceh Darussalam yang semula masih pro kontra, untuk mencegah disintegrasi bangsa.

 

  • Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil sebab kedua organisasi memiliki struktur tersendiri.

Contoh :

-       koalisi bebrapa partai di lembaga legislatif untuk mencalonkan bupati atau prersiden.

-       koalisi antara dua partai politik dalam mengusung tokoh yang dicalonkan dalam pilkada.

 

  • Joint-venture, yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak dan perhotelan.

Contoh:

-        joint-venture antara Indonesia dan Amerika dalam pengeboran minyak di Cepu.

-       kerjasama antara PT Exxon mobil Co.LTD dengan PT Pertamina dalam mengelola proyek penambangan minyak di Blok Cepu.

 

  • Beberapa ahli membagi kerja sama dalam beberapa bentuk:
    • Kerja sama spontan (kerja sama serta-merta)
    • Kerja sama langsung (hasil dari perintah atasan atau pengusaha)
    • Kerja sama kontrak (kerja sama atas dasar tertentu)
    • Kerja sama tradisional (kerja sama sebagai bagian antarunsur dalam system sosial)

 

  • Akomodasi (accomodation)

Akomodasi memiliki dua makna, yaitu sebagai keadaan dan proses.

Akomodasi sebagai keadaan mengacu pada keseimbangan interaksi antarindividu atau antarkelompok yang berkaitan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.

Akomodasi sebagai sebuah proses mengacu pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercipta keseimbangan.

  • Tujuan akomodasi
    • Untuk menghasilkan sintesis atau titik temu antara dua atau beberapa pendapat yang berbeda agar menghasilkan suatu pola baru.
    • Mencegah terjadinya pertentangan untuk sementara waktu.
    • Berusaha mengadak kerja sama antarkelompok sosial yang terpisah akibat factor sosial dan psikologis atau kebudayaan.
    • Mengusahakan peleburan antarkelompok sosial yang terpisah.
    • Akomodasi sebagai proses mempunyai beberapa bentuk:
      • Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis. Dalam koersi salah satu pihak dalam posisi yang lemah.

Contoh:

-       Koersi secara fisik adalah perbudakan dan penjajahan, sedangkan koersi secara psikologis contohnya tekanan negara-negara donor (pemberi pinjaman) kepada negara-negara kreditor dalam pelaksanaan syarat-syarat pinjaman.

 

  • Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang terlihat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian.

Contoh :

-       Perjanjian genjatan senjata antara dua negara yangs edang perang.

-       Perjanjian antara pemerintah Indonesia dengan gerakan separatis Aceh dalam hal menjaga stabilitas keamanan stabilitas keamanan di Aceh.

 

  • Arbitrasi (arbitration), yaitu cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga, sebab pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Pihak ketiga ini  dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang berwenang.

Contoh:

-       PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) membantu penyelesaiannya dua negara yang sedang berselisih.

-       Penyelesaian pertikaian antara buruh dengan pemilik perusahaan oleh Dinas Tenaga kerja

  • Mediasi (mediation) hamper sama dengan arbitrasi, hanya saja pihak ketiganya netral. Kedudukan pihak ketiga hanya sebagai penasihat yang mengusahakan jalan damai, tetapi tidak memiliki wewenang dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah.

Contoh:

-       pemerintah Indonesia yang diwakili menteri Luar Negeri Ali Atlas menjadi mediator dalam penyelesaian pertikaian di Kamboja.

-       mediasi yang dilakukan oleh pemerintah Finlandia dalam penyelesaian konflik antara pemerintah Indonesia dengan GAM.

 

  • Konsiliasi (conciliation), yaitu suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan.

Contoh:

-       adanya panitia tetapdi Indonesia yang anggotanya terdiri atas wakil-wakil perusahaan, wakil-wakil buruh, dan wakil departemen tenaga kerja yang bertugas menyelesaikan mesalah-masalah perburuhan.

-       konsultasi antara pengusaha angkutan dengan Dinas Lalu Lintas dalam penetapan tarif angkutan.

 

  • Toleransi (tolerance), yaitu bentuk akomodasi yang terjadinya tanpa persetujuan yang sifatnya formal. Kadang-kadang, toleransi timbul secara tidak sadar dan spontan akibat reaksi alamiah individu atau kelompok yang ingin menghindari perselisihan.

Contoh:

-       sikap toleransi yang dimiliki bangsa Indonesia yang senantiasa berusaha untuk menghindari adanya perselisihan.

-       toleransi antarumat beragama di Indonesia.

  • Stalemate, terjadi ketika pihak-pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang hingga pada akhirnya pertikaian tersebut berhenti pada titik tertentu.

Contoh:

-       berakhirnya perang dingin antara Blok Barat yang di pimpin oleh Amerika Serikat dengan Blok Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet pada era 90-an.

-       perselisihan antara negara Amerika Serikat dengan negara Iran terkait dengan isu nuklir.

 

  • Ajudikasi (adjudication), yaitu cara menyelesaikan masalah melalui pengadilan.

Contoh:

-       perselisihan antar warga desa yang penyelesaiannya melalui jalur hukum di pengadilan.

-       penyelesaian kasus sengketa tanah di pengadilan.

 

  • Segredasi (segregation), yaitu masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan.
  • Eliminasi (elimination), yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah.
  • Subjugation atau domination, yaitu pihak yang mempunyai kekuatan yang besar untuk meminta pihak lain menaatinya.
  • Keputusan mayoritas (majority rule), yaitu keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting.
  • Minority consent, yaitu golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan tetapi dapat melakukan kegiatan bersama.
  • Konversi, yaitu penyelesaian konflik di mana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
  • Gencatan senjata (cease fire), yaitu penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu.

 

  • Asimilasi (assimilation)

Asilmilasi merupakan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan antarindividu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

Menurut Koentjaraningrat, proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan.

Kemudian individu-individu dalam kelompok tersebut saling berinteraksi secara langsung dan terus-menerus dalam jangka waktu lama, sehingga kebudayaan masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri.

Dalam asimilasi terjadi proses identifikasi diri dengan kepentingan-kepentingan dan tujuan kelompok.

Apabila dua kelompok atau dua orang melakukan asimilasi, maka batas-batas antarkelompok akan hilang dan keduanya melebur menjadi satu kelompok yang baru.

Proses tersebut dapat kita gambarkan seperti bagan berikut.

 

  • Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi
    • Sikap toleransi
    • Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi (tiap-tiap individu mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas dasar kemampuan dan jasanya)
    • Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
    • Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat
    • Persamaan dalam unsur kebudayaan
    • Perkawinan campuran (amalgamasi)
    • Adanya musuh bersama dari luar
    • Faktor-faktor yang menjadi penghalang terjadinya asimilasi
      • Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
      • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
      • Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu budaya yang dihadapi
      • Adanya perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya
      • Adanya perbedaan warna kulit atau ciri-ciri badaniah
      • Adanya in group feeling yang kuat. Artinya, ada suatu perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan
      • Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa
      • Adanya perbedaan kepentin gan dan pertentangan-pertentangan pribadi

Contoh : program transmigrasi yang dilaksanakandi Riau pada masa pemerintahan Orde Baru. Program transmigrasi ini tidak hanyaberhasil meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia, tetapiprogram transmigrasi ini juga mengakibatkan terjadinya asimilasi, terutama diwilayah Riau. Hal ini terlihat dari banyaknya transmigran yang menghasilkanbudaya baru, misalnya Jawa-Melayu, Mandailing-Melayu, dan lain sebagainya.

  • Akulturasi (aculturation)

Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

Proses akulturasi dapat kita gambarkan seperti dalam bagan berikut

Proses akulturasi dapat berjalan sangat cepat atau lambat tergantung persepsi masyarakat terhadap budaya asing yang masuk.

Apabila budaya asing itu masuk melalui proses pemaksaan, maka akulturasi memakan waktu relatif lama.

Sebaliknya, apabila budaya asing itu masuk melalui proses damai, maka akulturasi akan terjadi secara cepat.

Contoh:

-       pertemuan antara kebudayaan Hindu dengan kebudayaan Islam di Indonesia menghasilkan kebudayaan Islam yang bercorak Hindu.

-       akulturasi antara budaya Hindu dan Islam yang tampak pada seni arsitektur masjid Kudus .

 

  • Dekulturasi

Hilangnya kebudayaan suatu kelompok akibat interaksi antarkelompok sosial.

contoh : Delman diganti angkot

 

  • Dominasi

Interaksi sosial dalam bentuk suatu kelompok menguasai kelompok lain.

Misalnya, kelompok orang kulit putih yang menguasai orang kulit hitam di Afrika Selatan pada masa politik Apartheid.

 

  • Diskriminasi

Pembedaan perlakuan terhadap orang-orang atau golongan tertentu.

Contoh:

-       Membedakan/pilih kasih terhadap semua manusia dan memperlakukan setiap orang secara tidak setara.

-       Mengutamakan kepentingan diri sendiri dan sanak saudaranya.

  • Integrasi dan Pluralisme

Dua pola interaksi antarkelompok masyarakat yang memiliki banyak persamaan.

About these ads

About fitry4ni

I'm 16 years old. I was born in Bogor. my hobbies are listen music, watching film, and sometimes reading novel or comic.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s