cerita lain : ‘PERSAHABATAN’

Namaku Virsya dan aku mempunyai sahabat bernama Nayla. Dia adalah sahabatku sejak sekolah dasar. Aku dan Nai (biasa ku memanggilnya) sekolah di sekolah yang  sama dan satu kelas. Sekarang kami kelas 3 sekolah menengah atas di SMA Favorit. Jika mengingat saat kami SMP, aku dan Nai selalu tertawa karena sikap kami yang sangat kanak-kanak.

Saat itu, kami masih kelas 1 SMP dan kami masih belum mengerti apa yang dimaksud sayang ataupun cinta. Ray adalah orang yang membuat perasaan Nai tidak karuan setiap kali bertemu. Bisa dibilang Ray orang yang membuat Nai jatuh hati. Terkadang Nai bertanya tentang Ray padaku.

Ray orang yang pintar, supel dan selalu menghargai orang lain. Itulah yang membuat Nai dan perempuan lainnya menyukai Ray. Dia juga sahabatku sejak kecil.

Saat di kantin aku dan Nai duduk dekat taman. Saat itu Ray sedang bermain basket dengan teman-temannya. Nai memperhatikan serius dan pandangannya tidak lepas.

“Woi! Bengong aja? Kesambet tahu rasa.” Teriakku padanya.

“Manisnya..” ucapnya tidak mendengarkanku.

“Kalau begitu, beritahu dia. Sebelum…”

“Tapi bagaimana? Mana ada perempuan mengungkapkan perasaannya pada laki-laki.”

“Hampiri dia tatap matanya dan katakan kau suka padanya. Jika kamu tidak mau dia dekat orang lain, kesampingkan dulu egomu.” Saranku.

“Mudah bagimu berkata seperti itu!” jawab Nai marah.

“Kau sendiri yang bertanya padaku.”

“Tapi kamu gak ngerti!” sambil pergi meninggalkanku.

Aku hanya memandangnya heran. “Nai, tunggu!” teriakku padanya.

Tanpa memperdulikanku dia terus berjalan lurus menuju kelas. Semakin dekat dengan Nai aku berlari ingin menyusulnya, tidak kusangka kakiku tersandung tempat sampah dan bertabrakan dengan Ray lalu terjatuh. Nai yang ada di depanku berbalik dan berlari menghampiriku.

“Kamu gak apa-apa?” tanyanya cemas.

“Gak. Aku gak apa-apa.”

Lalu Ray dan Nai membantuku berdiri. Aneh rasanya karena Ray terus memandangiku. Nai yang saat itu memandangi Ray merasa heran kenapa dia terus memandangiku. Tiba-tiba Ray mendekati dan memegang rambutku. Dia bermaksud membersihkan rambutku dari daun yang menempel.

“Sebagai perempuan kamu jorok juga ya…” ejeknya padaku.

“Apa sih!” ucapku kesal dan mendorong Ray ke belakang.

Nai yang saat itu berdiri di belakang Ray berteriak karena kakinya terinjak. Dengan spontan Ray memegang Nai dan meminta maaf. Aku berusaha mendorongnya kembali tapi Ray pergi terburu-buru. Akupun menggoda Nai yang tak hentinya menatap Ray.

“Hmm… Dag dig dug. Senangnya..” ujarku.

“Apa sih!”

(teng.. teng… teng…) semuanya pergi begitu saja, bel masuk telah berbunyi. Aku dan Nai segera masuk ke dalam kelas. Setelah kejadian itu, kami bertiga semakin akrab. Ray dan Nai pun terlihat semakin dekat. Sampai setelah UAS semester akhir sekolah, hubungan kami mulai menjauh terutama aku dan Nai karena kesalah pahaman.

Saat itu Ray ingin memberikan hadiah kecil kepada Nai melaluiku. Saat itu Nai melihat dan salah paham dengan kami. Aku berusaha menjelaskan pada Nai tapi Nai tidak pernah mau mendengar apa yang aku katakan. Sampai suatu hari Ray berpamitan denganku karena dia akan meneruskan sekolah ke luar kota. Dia ingin mengatakan perasaannya pada Nai tapi Ray terlalu takut.

Satu hari sebelum keberangkatan Ray aku memberitahu Nai.

“Ini untukmu.” Sambil memberikan surat hadiah dari Ray.

“Apa ini?” tanyanya ketus.

“Surat dari Ray dan sesuatu kenangan untukmu.”

“Buang saja.”

“Buang? Bagaimana bisa, kamu gak perduli dengan Ray. Padahal kamu menyukainya kan?” sambil melempar surat dari Ray ke hadapan Nai dan memberikan hadiah dari Ray.

“Untuk apa aku perduli lagi dengannya. Lagipula dia gak perduli sama aku.” Jawab Nai ketus.

“Gak perduli. Kamu yang gak tahu apa-apa. Terserah kamu mau baca, simpan atau buang itu. Aku kesini hanya ingin bilang. Ray menunggumu di stasiun besok pagi jam 7. Terserah kamu mau datang atau gak, yang jelas kamu pasti bakal nyesel.” Ucapku sambil meninggalkan Nai.

Nai hanya diam lalu dia mengambil suratnya dan benar-benar membuang suratnya beserta hadiah yang masih rapi dengan sampul kadonya. Saat tengah malam dia terbangun dan terus memikirkan apa isi surat beserta hadiah yang di berikan Ray. Dia bangun dari tempat tidur dan mencarinya, dia terus mencari sampai pagi. Setelah pukul 5.30 dia baru menemukan surat itu dan membawanya. Lalu dia menyimpan surat dan hadiah di atas meja belajar. Setelah selesai mandi, berganti pakaian dan sarapan dia membuka surat dari Ray dan membukanya di taman belakang rumahnya.

Nai membuka hadiah dan menemukan sebuah kotak musik dengan hiasan berbentuk hati dan didalamnya terdapat ukiran “RNF (Ray Nayla Forever)” . lalu Nai mulai membaca suratnya.

Dear Nayla..

                Maaf aku tak bisa bicara secara langsung ke kamu soal perasaanku ini karena aku terlalu takut. Aku hanya ingin menyelesaikan permasalahan antara kamu dan  sahabatmu. Saat kamu melihat aku memberi hadiah pada sahabatmu sebenarnya itu untukmu. Aku terlalu takut memberikannya kepadamu langsung. Aku terlalu egois karena merusak persahabatanmu. Satu yang pasti hatiku ini hanya untukmu.

                Aku minta maaf, berbaikanlah dengan sahabatmu Virsya . Hari ini aku akan pergi, jika itu mau kamu. Aku akan meneruskan sekolah di luar kota. Kuharap kamu datang hanya untuk mengucapkan kata perpisahan yang terakhir kalinya.

                Maaf…

Ray

 

“Jadi ternyata apa yang dikatakannya. Semua itu benar.”

Tanpa sadar air mata mambasahi pipi Nai dan terdiam sebentar lalu berlari pergi meninggalkan rumah menuju stasiun. Sesampainya di stasiun tidak ada Ray di sana, yang ada hanya seseorang menunggu kehadiran Nai.

“Kamu datang juga, Ray sudah pergi. Dia hanya menitipkan kata-kata ini untukmu.” Aku terdiam sebentar.

“I LOVE YOU”

“Maaf aku terlalu egois dan cemburu. Kalau aku tahu…” ujar Nai sambil meneteskan air mata.

“Penyesalan selalu datang belakangan. Lebih baik terlambat daripada gak sama sekali.”

“Maaf..” Nai hanya bisa menangis sambil bersandar di bahuku.

 “Ya. Kau membuat bahuku sakit.” Sambil memegang kepala Nai.

Nai hanya tersenyum dan semenjak kejadian itu aku dan Nai jarang bertengkar karena kami takut saling kehilangan .

 

About fitry4ni

I'm 16 years old. I was born in Bogor. my hobbies are listen music, watching film, and sometimes reading novel or comic.
This entry was posted in Mata Kuliah B. Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s