KENANGAN MASA SEKOLAH

Fitri biasa saya dipanggil, sekarang saya duduk di bangku SMA kelas X di SMAN 1 CIBADAK. Saya tinggal bersama orang tua di Karang Tengah. Jika berangkat sekolah dan melihat anak-anak sekolah berseragam SD, saya selalu teringat akan masa-masa sekolah dulu.

Terutama saat saya kelas 6 SD, itu adalah masa yang paling menyenangkan. Saat itu minggu-minggu menjelang Ujian Nasional. Saya, guru dan teman-teman pergi menjenguk salah satu teman kami.

Dia sudah satu minggu lebih tidak masuk sekolah, dikarenakan ayahnya meninggal dunia. Ada kabar juga bahwa dia tak akan melanjutkan sekolah. Kami bermaksud untuk mengajaknya kembali.

Setelah sampai di rumahnya, kami menjelaskan maksud kedatangan kami. Setelah berbicara beberapa menit, kami pergi ke makam ayahnya dan berdoa. Setelah selesai, kami memutuskan untuk pulang. Saat di persimpangan kami bingung, ada dua jalan. Jalan pertama adalah jalan yang sebelumnya dilewati dan kedua adalah jalan  memutar.

Ada teman saya yang menyarankan mengambil jalan memutar, akhirnya kami sepakat mengambil jalan yang memutar. Saat melewati jalan itu banyak dari kami terutama anak perempuan yang mengomel karena jalan yang kami lewati adalah jalan setapak dan sangat licin. Saya pun beberapa kali tergelincir, tapi untungnya anak laki-laki membantu kami melewati jalan itu.

Sampai di ujung jalan kami berbelok, menuruni jalan yang cukup curam dan licin. Sebelumnya kami tidak melihat jalan yang ada di depan. Setelah melihatnya saya heran, takut, dan sebagainya.

“Yakin mau lewat sana?” Tanya saya.

“Itu satu-satunya jalan pulang, kalau belok kesana dijamin nyasar, kalau balik lagi gak mungkin, lihat jalannya kasian bu guru.” Jawab anak laki-laki.

“Tapi lumayan kalau jatuh.”

“Gak akan, nanti dibantuin.”

Jalan yang harus kami lewati adalah jembatan rel kereta api, dan dibawahnya sungai dengan batu-batu besar. Anak laki-laki, hampir semua sudah melewati jembatan itu. Anak perempuan pun demikian. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk melewatinya. Saat sedang susah payah melewatinya sambil ketakutan, anak laki-laki hanya lewat sana-sini tidak membantu, dan membuat kami takut.

Akhirnya saya berhasil, sampai di ujung saya hanya duduk terdiam karena lemas. Ada beberapa dari mereka bertanya kepada saya. Saya pun memarahi mereka karena mereka sama sekali tidak membantu. Disisi lain ada guru dan beberapa teman saya yang lain belum menyebrangi jembatan. Kami bingung saat kami bermaksud kembali, tapi guru saya melarang dan mereka melewati sungai di bawah jembatan.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya mereka berhasil naik. Kami pun melanjutkan perjalanan ke sekolah, tapi kami tidak langsung ke sekolah kami pergi ke rumah guru untuk istirahat. Disana kami bercerita, bercanda dan melepaskan letih setelah berjalan cukup jauh.

Saat itu kira-kira pukul 11.00 wib, kami semua memutuskan untuk kembali ke sekolah. Saya dan teman-teman kira, kami akan dimarahi guru yang lain karena itu waktunya belajar. Sesampainya di sekolah kami sama sekali tidak dimarahi. Dan sisa waktu belajar, kami gunakan untuk istirahat kembali.

Itu adalah saat-saat yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Tapi saya senang karena bisa bertemu dan mengenal mereka.

About fitry4ni

I'm 16 years old. I was born in Bogor. my hobbies are listen music, watching film, and sometimes reading novel or comic.
This entry was posted in Mata Kuliah B. Indonesia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s